Malinau – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli 2023, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., melepas pemberangkatan tim pengambilan air suci di Gunung Rian, Kalimantan Utara, pada hari Rabu (14/6/2023) lalu.
Adapun personel yang ditugaskan mengambil air suci tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., didampingi Danki Brimob IV Yon A Pelopor Malinau IPDA Moh Jufri, S.E., dan diikuti personel gabungan dari Satuan Brimob Polda Kaltara, Direktorat Samapta Polda Kaltara, Kompi IV Brimob Yon A Pelopor Malinau dan personel Satsamapta Polres Malinau.

Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., dalam penyampaianya menerangkan bahwa prosesi pengambilan air suci ini adalah salah satu bentuk rangkaian dari pemuliaan nilai-nilai Tri Brata dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-77, dimana pengambilan air suci ini nantinya akan dipakai sebagai pensucian Pataka Panji-Panji Tri Brata Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Polda Kaltara hingga tingkat Mabes Polri.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-77 yang bertujuan untuk pemuliaan nilai-nilai Tribrata. Air suci yang diambil dari Gunung Rian ini akan dipakai sebagai pensucian Pataka Panji-Panji Tri Brata Polri, sebagian juga akan dikirim ke Mabes Polri untuk disatukan dengan air dari seluruh jajaran Polda di Indonesia untuk pensucian Panji-Panji Tri Brata Kepolisian di Mabes Polri,” ungkap Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K.

Selain personel gabungan dari jajaran Polda Kaltara, dalam tradisi tersebut juga turut melibatkan tokoh adat setempat untuk kelancaran proses kegiatan pengambilan air suci di Gunung Rian, Kalimantan Utara.
“Sesampainya di lokasi Gunung Rian, kegiatan pengambilan air suci ini kami lalui dengan jalan darat, dikarenakan lokasi menuju sumber air tidak bisa dilalui mengunakan kendaraan melainkan menanjaki jalur medan pegunungan. Kami juga melibatkan tokoh adat atau juru kunci di Gunung Rian untuk pengambilan airnya yang sebelumnya juga kami turut disambut dengan prosesi tepung tawar. Oleh sebab itu, untuk bisa mendapatkan air suci tersebut dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan, sebagai wujud penghargaan dan penghormatan terhadap kearifan lokal diwilayah kami bertugas serta wujud rasa cinta dan bangga terhadap tanah air Indonesia,” tambahnya

Kemudian, lanjut Andreas, setelah air diambil dari sumber aliran air di Gunung Rian dan dimasukkan ke dalam kendi yang berhias rangkaian pita bewarna merah putih tersebut, selanjutnya air tersebut dikawal oleh personel gabungan bersenjata lengkap dari jajaran Polda Kaltara dan Polres Malinau yang terlibat dengan membawa bendera merah putih untuk menuju ke Mako Polda Kaltara.
Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., berharap, dengan adanya kegiatan tradisi ini dapat memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Harapan kami melalui kegiatan tradisi ini menjadikan momentum bagi kita semua sebagai anggota Polri untuk memperkuat pengabdian kita kepada negeri, rasa kekeluargaan dan semangat gotong royong sehingga kita mampu menjadi insan Bhayangkara yang tangguh dan berani. Semangat Bhayangkara yang tumbuh dari tradisi ini dapat menginspirasi para anggota Kepolisian untuk tetap menjunjung tinggi etika, integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tutupnya.

#Agg
