Malinau – Selasa 22 Agustus 2017, Kapolres Malinau AKBP WIwin Firta Y.A.P, S.I.K memberikan materi kepada para Kader Bela Negara yang baru saja dibuka oleh Bupati Malinau Dr Yansen T.P, M,Si di Ruang Laga Fratu Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau. Dalam giat tersebut juga di bacakan ucapan terika kasih dari Kementrian Pertahanan Republik Indonesia  kepada panitia daerah beserta jajarannya yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini.
Dalam Paparan yang diberikan Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P, S.I.K mengenai Peran serta Masyarakat dalam Mencegah Terorisme dan Radikalisme kepada para Kader Bela Negara.
Merujuk dari berbagai dinamika tantangan yang kita hadapi dewasa ini, maka kegiatan ini sangat penting sebagai tahapan untuk memantapkan sikap bela negara sekaligus mengembangkan sikap bela negara terhadap seluruh komponen bangsa pada Lingkungan Pendidikan, Lingkungan Pekerjaan dan Lingkungan Pemukiman, agar tercipta kesamaan visi, misi dan persepsi serta tindakan nyata Pembentukan Kader Bela Negara bagi seluruh warga negara. Dimana hal ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, yang pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan semata, melainkan tanggung jawab bersama sebagai kewajiban dasar dan kehormatan setiap warga negara.
Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P, S.I.K menuturkan bahwa “ancaman nyata”, yaitu ancaman yang saat ini sedang kita hadapi dan sewaktu-waktu dapat terjadi, serta berpengaruh terhadap ketahanan nasional, seperti: Terorisme dan Radikalisme Issu Kebangkitan Komunisme Gaya Baru, Separatis dan Pemberontakan Bersenjata, Bencana alam, Pelanggaran Perbatasan, perompakan dan pencurian sumber daya alam, Wabah penyakit, Perang cyber dan intelijen, Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.
“Menyikapi perkembangan lingkungan strategis serta adanya potensi ancaman tersebut, maka bangsa Indonesia harus melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menyiapkan sumber daya manusia agar tidak larut dan terseret kedalam gelombang perubahan global, serta kemajuan teknilogi yang sangat signifikan sampai saat ini,’’ Tutur AKBP Wiwin Firta Y.A.P, S.I.K
Terjadinya perubahan ternyata dapat menimbulkan berbagai permasalahan antara lain permasalahan pertahanan negara, misalnya perbatasan wilayah disintegrasi bangsa, menurunnya nasionalisme, semangat kebhinnekaan dan rasa nasionalisme yang mengarah kepada menurunnya Kesadaran Bela Negara. Hal tersebut bisa kita temukan dalam lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial masyarakat dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P, S.I.K menambahkan Penanaman nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air dan kesadaran bela negara kepada setiap warga negara ini sangat penting sebagai upaya membangun jiwa bela negara dalam rangka menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa dari segala bentuk ancaman.
Adapun Kesadaran Bela Negara salah satunya dibangun melalui program Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Pembinaan Kesadaran Bela Negara merupakan bagian dari suatu proses pembinaan sumber daya manusia yang berkesinambungan serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
