Polisi Perlukan Dukungan Dari Masyarakat

Peredaran narkoba masih menjadi persoalan besar yang harus dihadapi masyarakat Malinau. Dalam 2 tahun terakhir kasus narkoba menjadi kasus terbesar dalam catatan pihak kepolisian. yang artinya peredaran narkoba masih merajalela.

“Malinau masih dalam kondisi darurat narkoba,” ungkap AKBP Wiwin Firta, YAP Kapolres Malinau. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres dihadapan ratusan pelajar, tokoh adat, agama, pemuda dan elemen masyarakat dalam acara silaturahmi dengan pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Dalam catatan kepolisian yang disampaikan Kapolres, jumlah kasus narkoba pada tahun 2016 dan 2017 mengalami peningkatan yang luar biasa besarnya. Tahun 2015 kasus narkoba yang ditangani Polres berjumlah 28 kasus dengan 40 pelaku. Meningkat 6 kali lipat lebih pada tahun 2016 menjadi 178 kasus dengan 210 pelaku. Kemudian pada tahun 2017 hingga Agustus jumlah kasus narkoba mencapai 146 dengan 172 pelaku.

“Kami berharap dukungan terus dari seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif dalam mendukung pemberantasan narkoba, Karena pengungkapan–pengungkapan kasus narkoba tak lepas dari dukungan dan peran masyarakat,” tutur AKBP Wiwin Firta .

Meningkatnya jumlah kasus tak lepas dari kesungguhan Polres dalam mengungkap jaringan narkoba. Kesungguhan inilah yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Baik dari Ketua Lembaga Adat Tidung H. Saparudin yang menyatakan dukungannya pada Polres untuk terus konsisten dan sungguh–sungguh memberantas narkoba.

Sementara itu, Pemerintah di setiap lingkungan desa dan RT juga harus terlibat dalam memerangi narkoba. Program RT bersih yang sudah berjalan disetiap lingkungan antara lain mendorong agar lingkungan yang bersangkutan bebas dan bersih dari narkoba. Dengan menjadi mitra polisi dalam mengungkap dan memberantas narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *