Semangat Modernisasi dalam Program 100 Hari Kapolri

Jakarta - Koordinator Presidium Nasional Barisan Aktivis Muda (BAM) Indonesia, Enday Hidayat mengapresiasi perubahan di berbagai sektor pada institusi Kepolisian Republik Indonesia. Program Kapolri dianggap berhasil menerjemahkan perubahan zaman.

“Institusi Kepolisian di bawah komando pak Sigit mampu menerjemahkan pesan zaman, saya rasa Kapolri sangat menyadari bahwa saat ini era digital, oleh karenanya revolusi sistem dari yang semula manual-konfensional kini bertransformasi menuju teknologi-moderenisasi. Banyak sistem informasi canggih yang sudah diberlakukan, untuk hal tersebut saya dan kawan-kawan aktivis dari berbagai elemen apresiasi keberhasilan Kapolri,” kata Enday kepada Wartawan di Jakarta, Minggu, (9/5/21).

Enday juga menilai bahwa moto Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan) memberikan semangat baru bagi internal Polri dan dampaknya juga sangat dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat.

“Implementasi program Polri Presisi dalam 100 hari kerja, saya rasa sangat nyata dampaknya dirasakan oleh masyarakat, dan ini memupuk harapan dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Kalau dulu, mungkin kinerja Kapolri itu hanya diketahui oleh orang-orang yang ditinggal di Jakarta saja atau pulau Jawa saja, tapi kalau sekarang kinerja Kapolri dan program-program yang sudah dijalankan sudah dikomunikasikan dengan lebih baik ke berbagai elemen masyarakat sekalipun itu di perbatasan. Saya diskusi dengan temen-temen aktivis di berbagai daerah, semuanya mendukung semangat perubahan menuju modernisasi Kepolisian,” paparnya.

Enday menilai bahwa perubahan yang terjadi di tubuh Kepolisian tidak hanya berhenti di persoalan teknologi saja tetapi dari sisi penegakan hukum dan pendekatan terhadap masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *