Malinau – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., mengklaim sekitar 250 jiwa berhasil terselamatkan dari penyalahgunaan narkotika pasca terungkapnya kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) di wilayah Kabupaten Malinau pada pertengahan Mei lalu.
Saat memimpin pelaksanaan Press Release yang digelar di halaman Loby Mapolres Malinau pada Kamis 25 Mei 2023 lalu, Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., mengungkapkan bahwa dari seberat 122,36 gram sabu yang diamankan Sat Resnarkoba Polres Malinau dari tangan 2 pelaku ZC dan U, diasumsikan nilai ekonomi dari barang haram tersebut mencapai 200 jutaan rupiah.

“Jadi benar dari 2 pelaku ZC dan U ini kita amankan barang bukti sabu seberat 122,36 gram, dari sekian gram ini jika dikonversikan dengan rupiah dengan harga pasaran saat ini untuk peredaran gelap narkoba kurang-lebih sekitar 200 jutaan rupiah dari nilai ekonomis barang tersebut. Jadi asumsinya, ketika sekian gram ini dipakai oleh masing-masing orang dengan pemakaian mungkin 0,5 gram atau setengah gram, berarti kita bisa menyelamatkan kurang-lebih 250 jiwa,” ungkap Andreas
Saat ini kedua pelaku ZC dan U yang salah satunya merupakan mahasiswa tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara atau maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.
Dalam Press Release tersebut, Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malinau dan terkhusus kepada generasi millenial untuk menjahui serta peduli dan aktif terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba tidak akan pernah membuat orang sukses, justru akan membawa ke jurang kehancuran. Maka sekali lagi saya himbau seluruh masyarakat Malinau terkhusus kepada generasi millenial bahwa apapun bentuk dan jenisnya yang berkaitan dengan narkotika tolong jauhi. Kami sampaikan juga agar selalu berhati-hati dalam pergaulan, jangan sampai para remaja yang sejatinya penerus bangsa kita salah dalam bergaul dan terjerumus dalam pergaulan yang salah,” tutupnya.
#Agg
